badge

ALCHEMY DULU SEKARANG AIR MENJADI EMAS

EMAS

Emas adalah mineral berharga yang dikenal dengan logam mulia, memiliki jumlah yang kecil di bumi ini. Karena keterbatasan dan kemuliaannya itu sehingga emas menjadi logam yang mahal. Emas juga memiliki nilai yang stabil sehingga menjadi primadona untuk dijadikan pilihan investasi atau perhiasan.

Dari dulu banyak peneliti berusaha menciptakan emas alias berusaha merubah sesuatu benda menjadi emas, baik dari air dan benda lainnya. Ada satu bidang ilmu pengetahuan yang dikenal untuk menciptakan emas, yaitu Alchemy. Alchemy adalah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada usaha untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.

Salah satu aspek yang terpenting dari ilmu Alchemy adalah Philospher’s Stone, sebuah substansi yang dipercaya mampu mengubah logam dasar menjadi emas. Substansi ini telah dicari oleh para alchemist selama ribuan tahun tanpa hasil.

Selama ini, Alchemy masih digolongkan kedalam Pseudo Science karena dianggap tidak mengikuti kaidah sains yang baku dan tidak ada bukti ilmiah yang dihasilkan. Bahkan Isaac Newton yang pernah menulis beberapa bahasan soal alchemy juga tidak berhasil memecahkan misteri Philospher’s Stone atau Elixir of Life. Tentu saja, ini membuat ilmu alchemy tergantung-gantung diantara fiksi dan realita.

Itu salah satu ilmu pengetahuan kuno yang masih sulit untuk diteruma dan dibuktikan, namun di zaman modern ini hal tersebut bisa dimungkinkan menciptakan emas dari air. Sebuah perusahaan rintisan dari Prancis menawarkan teknologi dengan sentuhan alkimia: mengubah air menjadi emas. Caranya bagaimana? Dengan mengekstrak limbah cair industri untuk mencari logam langka atau berharga.

dari satu liter hanya didapatkan satu microgram emas, yang berarti setara dengan satu sendok teh gula dalam kolam ukuran olimpiade. Sangat kecil jumlahnya memang.

Magpie Polymers beroperasi di pabrik di Saint-Pierre-les-Nemours, 80 km sebelah tenggara Paris. Namun mereka memiliki teknologi terdepan dengan prosedur yang dikembangkan di Ecole Polytechnique pada 2007.

Proses ekstraksi ini dilakukan berdasarkan penggunaan bijih plastik resin. Saat limbah cair dialirkan melewati bijih plastik itu, partikel logam berharga seperti emas, platina, paladium, dan rodium akan menempel ke bijih plastik.

Satu liter plastik resin bisa dipakai untuk memproses 5-10 meter kubik limbah dan mengambil 50-100 gram logam berharga dengan nilai 3.000-5.000 euro (sekitar Rp37-61 juta).” ujar Almoric.

Telepon seluler, konverter katalis, dan sejumlah besar barang sehari-hari mengandung logam berharga. Tapi setelah mereka dibuang, yang menjadi masalah adalah bagaimana mengambil logam-logam itu kembali.

“Yang bikin rumit adalah jumlahnya yang sangat kecil, sangat sulit untuk diambil,” menurut Steve van Zutphen.

Setelah dipisahkan dan dihancurkan dengan limbah industri, mereka harus dicampur dengan asam dalam air. Kemudian logam di air harus diambil — baik berharga maupun tidak.

“Banyak teknologi untuk mengambil logam dari air yang telah ada sejak abad 19. Namun ada saatnya teknologi tersebut menjadi tidak efektif atau terlalu mahal” ujar Steve van Zutphen.

Waktunya sangat tepat. Krisis ekonomi meningkatkan minat orang terhadap emas, dan juga minat pada platina dan logam berharga lainnya, dengan persediaan yang menipis, harganya akan semakin tinggi. Saat tambang platina kehabisan persediaan, separuh logam yang digunakan dunia adalah hasil daur ulang.

Teknologi Magpie juga bisa digunakan untuk membuang logam berbahaya seperti timah, merkuri, kobalt, perunggu, dan uranium.

Alchemy akhirnya nantinya bisa terbukti walau agak berbeda tipis, karena teknologi ini menyaring dari air yang memang memiliki kandungan logam walau jumlahnya kecil, tidak seperti Alchemi yang abra da kabra wushhhhh jadilah emas. Teknologi ini juga menjadi teknologi yang ramah lingkungan, di era global warming yang gencar didengungkan bisa menjadi pilihan untuk memurnikan limbah sehingga layak dibuang kealam.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. isains09/05/2014 at 16:40Reply

    Klo limbah jadi sangat berharga, nantinya harga tanah pinggir kali pembuangan limbah bisa lebih mahal. 5-10 mtr kubik itu banyak lho 🙂

    • Author

      As13/05/2014 at 09:42Reply

      kenapa tidak, kalo bisa dimanfaatkan segala sesuatu itu akan bisa menjadi berharga he….e thanks atas kunjungannya

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.