badge

Satpol PP : Operasi Kasih Sayang

Operasi Kasih Sayang Labura
Operasi Kasih Sayang Labura

Operasi Kasih Sayang Labura

Operasi Kasih Sayang Labura 1

Operasi Kasih Sayang Labura 1

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Labuhanbatu Utara kembali melakukan Operasi Kasih Sayang yang menyasar para anak sekolah yang bolos pada jam sekolah. Operasi ini berhasil menjaring total 24 (Dua Puluh Empat) anak bolos sekolah yang didapat dari operasi di Labura. Asal sekolah anak bolos yang terjaring berasal dari sekolah-sekolah disekitar Aekkanopan, SMP N.1 Kualuh Hulu, SMA N.1 Kualuh Hulu, SMK Pelita, SMA Al-Wasliyah, SMK Kualuh, SMP Muhammadiyah, SMK Harapan, SMA Sultan Hasanuddin, dan SMK Zauhari Damuli. Operasi ini dilakukan dengan menyisir warung – warung internet, tempat games online, Pekan Damuli dan tempat-tempat yang biasa dipakai untuk tempat kumpul anak bolos sekolah.

Operasi Kasih Sayang Labura 3

Operasi Kasih Sayang Labura 3

Operasi Kasih Sayang Labura 4

Operasi Kasih Sayang Labura 4

Walau telah berulangkali Satuan Polisi Pamong Praja yang bekerja sama dengan Polres Labuhanbatu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Labuhanbatu Utara mengadakan operasi anak bolos sekolah namun anak sekolah ini tidak ada jeranya, masih terus berkeliaran pada jam belajar. Bahkan ada warnet yang dirajia pada hari pertama, pada hari kedua tetap juga ada ditemukan anak sekolah yang diperbolehkan bermain.

Hasil operasi anak bolos sekolah ini dibawa dan dikumpulkan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, lalu didata oleh petugas satpol pp. Guru sekolah asal anak murid yang terjaring juga dipanggil agar mereka mengetahui anak muridnya ada yang terkena operasi. Namun sangat disayangkan adanya guru yang seakan tidak perduli dengan keadaan muridnya, dengan alasan mereka (Murid Bolos) memang bandal sudah berulangkali dinasehati. Dengan alasan tersebut ketika dihubungi guru sekolahnya ada yang tidak mau menjemput atau melihat muridnya. Sangat disayangkan ditemukan kasus seperti ini di Labuhanbatu Utara. Apapun ceritanya seharusnya guru sekolah tersebut bertanggungjawab menjemput dan melihat muridnya, karena mereka (anak bolos sekolah) masih memakai baju yang bersimbolkan sekolah tempat guru mengajar. Yang menjadikan murid-murid tersebut merupakan tanggung jawab para guru tersebut.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

4 Responses

  1. Saung Web12/12/2012 at 20:57Reply

    Coba seminggu sekali lakukan itu.. pasti kagak ada yg bolos haha..

    • Author

      As13/12/2012 at 12:47Reply

      gak ketulungan dananya karena musti koordinasi dgn polres dan dinas pendidikan

  2. rinem20/12/2012 at 10:50Reply

    hahaha anak nakal tangkap aja pak

    • Author

      As21/12/2012 at 11:59Reply

      berulangkali tapi ya namanya anak sekolah

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.