badge

MASIHKAH KITA BERKETUHANAN YANG MAHA ESA DAN BHINEKA ?

Indahnya Kerukunan
Indahnya Kerukunan

Indahnya Kerukunan

Kembali Kebebasan Beragama menjadi Topik Hangat di akhir Tahun 2012 ini. Setelah Setara Institute melangsir hasil temuannya sepanjang tahun 2012 ini. 371 tindakan pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia dari 264 peristiwa di seluruh Indonesia yang dicatat oleh Setara Institute. Pelanggaran Kebebasan Beragama itu terjadi telah merambah segala penjuru, lebih tragisnya dunia pendidikan juga telah ditemukan terjadinya Pelanggaran Kebebasan Beragama, misalnya pihak sekolah mendiskreditkan kelompok tertentu.

Sebuah sekolah di Kudus yang dipaksa pindah keyakinan tertentu. Di Rembang, ada seorang anak yang bersekolah di sekolah umum di komunitas Samin, tapi dipaksa untuk masuk agama tertentu. Contoh lain, di Bekasi ada seorang siswa yang diwajibkan untuk ikut aliran tertentu. Serta adanya kewajiban zakat bagi guru-guru padahal kasus kewajiban zakat bagi guru-guru ini adalah pemaksaan aktivitas agama bagi guru-guru non muslim. Dan bukan rahasia lagi ada daerah yang mewajibkan anak didiknya untuk memakai jilbab tidak memandang apapun keyakinannya.

Kita ribut tentang Eropa yang melarang pemakaian Burka dan tanda keagamaan, sementara ada  daerah masih melakukan diskriminasi dengan memaksakan pemakaian jilbab untuk semua anak didik dan Pegawai Negeri Sipil. Bahkan di daerah-daerah saat ini cenderung terjadi pengelompokan berdasarkan keyakinan tertentu. Dengan halus memaksakan pemakaian jilbab karena bila tidak memakai jilbab dikatakan mirip dengan agama seberang. Bukankah pemakaiannya adalah hak dan kewajiban seseorang yang seharusnya datang dari kesadarannya, bukan karena terikut-ikut dan takut dikatakan seperti diluar agama tertentu.

Kita Berketuhanan Yang Maha Esa

Kita Berketuhanan Yang Maha Esa

Setara menemukan Institusi negara yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah kepolisian sebanyak 40 tindakan, pemerintah kabupaten sebanyak 28 tindakan, pemerintah kota 10 tindakan, kementerian agama dan camat masing-masing 8 tindakan dan kejaksaan 6 tindakan. Sementara Pemerintah Daerah juga menyumbang pelanggaran kebebasan beragama yaitu Jawa Barat dengan 76 kasus, Jawa Timur 42 kasus, Aceh 35 kasus, Jawa Tengah 30 kasus dan Sulawesi Selatan 17 kasus. Setara melakukan pemantauan di 13 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Bukan rahasia juga betapa sulitnya di Tanah Air ini yang mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa dan mengakui Kebhinekaan untuk mendirikan rumah ibadah. Bertahun-tahun pengurusan ijin bangunan tidak bisa keluar, sementara urusan beribadah bukan urusan menunggu namun urusan yang harus. Padahal sebagai makhluk yang ber-Tuhan, rumah ibadahlah tempat kita mendekatkan diri kepada-Nya. Kasus di Bogor, Jakarta, Riau dan banyak daerah lainnya banyak keluhan tersebut muncul. Namun Negara Absen akan hal itu, dan seperti membiarkan. Karena Agama adalah isu yang paling seksi dan paling manjur untuk mencapai tujuan. Segala sesuatunya bila kita bumbui dengan agama maka akan menjadi isu yang laris.

Apakah ini yang kita katakana Indonesia, apakah ini memang yang dicita-citakan pembangun bangsa ini. Haruskah kita nodai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kebhinekaan itu. Kembali memang pada diri kita pribadi, karena hakikat dari agama itu adalah Tidak Kacau Balau. Bila telah terjadi kekacauan berbau agama, apaagi arti agama itu?

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.