badge

YANG HARUS DIKETAHUI FAKTA TENTANG NATAL

Natal
Natal

Natal

Natal adalah perayaan kelahiran Juru S’lamat yang dirayakan umat kristiani di seluruh dunia. Perayaan Natal dilakukan pada bulan Desember setiap tahunnya dan pada puncak perayaannya adalah tanggal 25 Desember yang dianggap sebagai tanggal kelahiran Yesus Kristus. Namun berdasarkan penelitian para ahli, sebenarnya tidak ada yang tahu kapan tepatnya Yesus dilahirkan. Karena Alkitab juga tidak benar-benar menyebutkan tanggal kelahiran Yesus Kristus. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat perayaan Natal dan esensi dari perayaan tersebut. Karena inti dari perayaan tersebut adalah merayakan hari kelahiran Sang Juru S’lamat. Berikut fakta tentang Hari Natal yang tak semua orang tahu, seperti dimuat di majalah  Time versi online:

1. Lahir di Musim Semi
Natal dengan pohon natal yang ditaburi dengan salju, seakan-akan Yesus lahir ketika musim dingin. Pada kenyataannya, sebagian besar sejarawan percaya bahwa Yesus mungkin lahir pada musim semi, berdasar penjelasan Alkitab tentang gembala menggiring hewan ternak. Namun pada abad ke-4, ketika Gereja Katolik memutuskan untuk mengakui kelahiran Yesus sebagai hari libur resmi, Paus Julius I memilih 25 Desember untuk Pesta Kelahiran Yesus. Bahwa tanggal itu ditetapkan bertepatan dengan festival pagan yang dikenal sebagai Saturnalia murni kebetulan. Jadi pemunculan salju dalam perayaan natal tersebut tidak menggambarkan suasana sebenarnya tentang kelahiran-Nya.

2. Lagu Natal awali gencatan senjata
Ini cerita lucu dan unik juga mengharukan,ketika Perang Dunia I, pasukan di garis depan beristirahat untuk merayakan Natal dan mulai menyanyikan lagu-lagu satu sama lain di medan perang. Keesokan harinya, tentara Jerman muncul dari parit dan mulai mendekati pasukan Sekutu sambil menyanyikan “Merry Christmas” dalam bahasa Inggris. Untungnya, itu bukan trik, puluhan pejuang Inggris keluar untuk menyambut mereka dan berjabat tangan, beberapa rokok bahkan dipertukarkan sebagai hadiah. Kejadian ini kemudian dijuluki sebagai Gencatan Senjata Natal tahun 1914. Natal memang penuh kasih dan mendamaikan kita semua.

3. Semula dianggap tak penting di AS
Dahulu kala tahun 1659-1681 di Boston Amerika Serikat dilarang menampilkan perayaan Natal, bila ketahuan akan didenda sebanyak lima shilling, jumlah yang cukup besar saat itu. Perayaan Natal dianggap illegal karena Natal tidak dianggap penting di Amerika setelah Perang Revolusi. Kongres tidak perlu repot-repot mengambil hari libur untuk merayakan Natal, memutuskan sebaliknya untuk mengadakan sidang pertama pada Hari Natal, 1789. Butuh waktu hampir satu abad bagi Kongres untuk menyatakan Natal sebagai hari libur federal. Bersyukurlah akhirnya Kongres Amerika menjadikan Natal sebagai hari libur bagi warga Amerika Serikat yang hingga saat ini masih menjadi libur federal.
4. Sinterklas baru populer tahun 1819
Siapa yang tidak kenal Sinterklas?, tokoh ciptaan penulis Horseman Headless, Washington Irving, merupakan citra ikonik dari Santa terbang bersama kawanan rusa. Pada tahun 1819 seri cerita pendek The Sketch Book of Geoffrey Crayon menggambarkan sebuah mimpi di mana St Nicholas melambung di langit dalam gerobak ringan. Cerita-cerita itu menjadi begitu populer, menghasilkan kebangkitan Natal ala Amerika, dan bahkan Charles Dickens dikatakan terinspirasi karya Irving untuk melahirkan dongeng klasiknya, A Christmas Carol.

5. Natal di angkasa
Pada tahun 1965 adalah perayaan Natal yang pertama di dunia dilakukan dua astronot dalam perjalanan mereka kembali ke orbit, mereka berada dalam satu spot di angkasa yang tidak bisa diidentifikasi. Kepanikan mereka disuarakan melalui radio Mission Control. Setelah beberapa menit keheningan yang tegang, insinyur di Cape Canaveral mulai mendengar suara samar lonceng giring diikuti dengan lagu  “Jingle Bells” melalui harmonika, yang dimainkan oleh dua astronot yang panik. Misi berhasil dan selamat mendarat, mereka kemudian menyumbangkan harmonika dan lonceng ke National Museum of Space & Aeronautics di Washington, yang masih terpajang hingga kini. Meneganggkan dan mengharukan serta mengagumkan lagu diantara kepanikan mereka sempatkan menyanyikan lagu “Jingle Bells”.

6. Pohon Natal pertama populer di Jerman
Hampir semua rumah warga Kristen memiliki pohon Natal yang akan dipajang dan dihias ketika perayaan Natal dimulai, biasanya awal Desember adalah saat-saat pemasangan dan penghiasan pohon Natal. Beragam pernak-pernik digantungkan dan lampu-lampu hias dipajang di pohon Natal sehingga menambah keindahan pohon Natal. Bahkan sebelum kedatangan agama Kristen, orang Jerman biasa menghiasi pohon cemara untuk mencerahkan hari-hari gelap yang suram selama musim dingin yang panjang. Di AS, pohon Natal pertama muncul di Strasbourg pada abad ke-17 dan menyebar ke Pennsylvania tahun 1820-an, berbarengan dengan kedatangan imigran Jerman. Ketika Ratu Victoria menikahi Pangeran Albert dari Jerman pada tahun 1840, ia membawa tradisi itu ke Inggris. Delapan tahun kemudian, surat kabar Amerika pertama memuat gambar pohon Natal kerajaan, dan Amerika di luar Pennsylvania dengan cepat mengikutinya. Jadi pohon Natal itu sebenarnya bukan berawal dari perayaan Natal namun saat ini natal sudah identic dengan pohon Natal.

7. Tradisi Natal berbeda di tiap negara
Ini Tradisi – Tradisi yang berbeda berbagai belahan dunia dalam perayaan Natal. Banyak tradisi natal yang dilakukan berbeda-beda disetiap Negara, tergantung budaya negera tersebut. Warga Finlandia biasanya mengunjungi sauna pada malam Natal, sementara warga Portugis mengadakan pesta pada hari Natal untuk mereka yang hidup dan yang mati. Di Yunani, tradisi bertukar hadiah berlangsung sampai 1 Januari, Hari St Basil. Sebagian besar warga Australia dan Selandia Baru menikmati Natal di pantai atau sambil menggelar pesta barbekyu. Di Spanyol, Natal juga menandai dibukanya undian lotere terbesar di dunia. Warga Indonesia biasanya Ke Gereja bareng Keluarga, lalu makan besar dengan keluarga besar. Namun tradisi yang hampir dilakukan disemua Negara saat ini adalah tradisi tukar kado Natal, Kado Natal anda apa?

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.