badge

TREND PEMILIH GOLPUT

No Golput
No Golput

No Golput

Riuh Pemilihan Gubernur Sumatera Utara telah berakhir, dan berdasarkan hasil Perhitungan Cepat 3 (Tiga) Lembaga Survey menghasilkan pemenang nomor urut 5 Ganteng  (Gatot-Tengku). LSI memberikan kemenangan 32,61%, Indobarometer memberikan kemenangan 32,76%, Cyrus Network memberikan kemenangan 28,85% untuk pasangan incumben Gatot Pujo Nugroho. Namun itu merupakan hasil perhitungan cepat bukan sebagai penentu, karena kemenangan sebenarnya adalah berdasarkan hasil perhitungan KPU yang akan diumumkan pada tanggal 14 maret 2013 mendatang.

Sangat ironis dari 10.310.872 pemilih terdaftar di 33 kabupaten dan kota, 422 kecamatan dan 5.875 desa atau kelurahan dan 26.443 TPS tingkat partisipasi masyarakat untuk memberikan suara pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara hanya sekitar 60% dari total pemilih. Sehingga bisa dikatakan Pemenang sebenarnya dari hasil Pilgubsu kali ini adalah Golput alis golongan yang tidak memberikan suara. Karena Pemilih Golput mencapai 40% sementara pemenang versi Perhitungan Cepat hanya sekitar 30-an %.

Golput kali ini sungguh sangat tinggi, memang tren golput bukan hanya kali ini saja di Jawa Barat yang baru selesai melakukan Pemiliha Kepala Daerah memiliki angka Golput mencapai 36,15% atau sekitar 11.823.201 pemilih. Bentuk ke-Apatis-an dari para pemilih terutama pemilih pemula akan hasil yang akan didapat dari para kandidiat merupakan salah satu alasan mereka melakukan golput. Alasan ini merupakan alasan yang sangat mengkawatirkan karena merupakan bentuk kekecewaan dan ketidak percayaan dari pemilih kepada calon pemimpinnya. Selain itu alasan kartu undangan pemilih yang tidak didapat serta nama yang tidak tercantum dalam DPT juga merupakan alasan mereka untuk Golput. Suatu hal yang seharusnya bisa dicarikan solusinya oleh KPU. Mobilitas penduduk yang tinggi seharusnya tidak menjadikan mereka tidak bisa memilih, karena banyak pemilih yang tidak bisa memberikan suaranya terutama dikarenakan tidak terdaftar di DPT atau tidak menerima undangan pemilih. Banyak pemilih yang terdaftar di DPT di daerahnya namun ketika pemilihan berlangsung mereka sedang tidak berada di daerahnya sehingga mereka tidak bisa memberikan suaranya sehingga mereka masuk golongan Golput.

Sebentar lagi pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden akan berlangsung, tahun 2014 nanti mereka akan bertarung untu dipilih. Bagaimana agar nantinya presiden yang terpilih nanti bukan Presiden Golput karena bisa saja pemilih Golput lebih besar dari persentase kemenangan pemenang terpilih. Sehingga menjadi tugas negara terutama KPU mencari solusi agar jumlah Golput tidak tinggi dan yang menjadi pemenang nantinya adalah pemenang sejati pilihan rakyat yang ingin perubahan bukan pilihan golput karena itu mencederai demokrasi.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.