badge

KFC Menjadi Barang Seludupan Yang Dicari Di Palestina

warga gaza keranjingan makan kfc
warga gaza keranjingan makan kfc

warga gaza keranjingan makan kfc

Keterisolasian tidak menghalangi mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Israel mengisolasi Palestina dari negara luar, sehingga rakyat Palestina kesulitan mendapatkan kebutuhannya, karena tidak semua kebutuhan mereka dihasilkan dari dalam negerinya. Namun namanya manusia dengan kesulitannya berusaha menemukan jalan untuk mendapatkan kebutuhannya tersebut. Sehingga sangat banyak ditemukan terowongan-terowongan bawah tanah yang menghubungkan palestina dengan negara luar lewat pintu terowongan bawah tanah. Yang digunakan sebagai jalur penyeludupan segala kebutuhan rakyat Palestina, mulai dari persenjataan hingga bahan kebutuhan pokok sehari-hari.

Kentucky Fried Chicken (KFC) makanan cepat saji dari restoran yang memiliki logo Kolonel Sanders asal Amerika Serikat ini juga tidak luput menjadi barang yang diseludupkan oleh warga Palestina. Makanan Cepat Saji tersebut saat ini mulai digemari penduduk lokal. Namun karena tidak ada Restoran Cepat Saji KFC di daerah Palestina, sehingga makanan KFC terpaksa diseludupkan dari negara tetangga Mesir.

KFC yang diseludupkan tersebut dikirim lewat jalur terowongan bawah tanah oleh rakyat Palestina, namun ada juga perusahaan yang mengelola pengiriman KFC ke daerah Palestina dari Sinai Utara, Mesir. Al-Yamama, nama perusahaan pengiriman barang yang menyeludupkan KFC ke Palestina dari Mesir.

Perusahaan pengiriman barang di Kota Gaza, Al-Yamama, mengatakan mulai kebanjiran pesanan makanan cepat saji dari merek dagang waralaba asal Amerika Serikat, Kentucky Fried Chicken (KFC).

Kantor berita Xinhua melaporkan, Rabu (15/5), tidak tersedianya bahan baku dan pembatasan dari Israel bagi mereka yang ingin menyeberang ke Jalur Gaza tentu saja menyulitkan restoran cepat saji internasional, seperti KFC, untuk membuka cabang mereka di sana. Namun tidak membuat rakyat Palestina kehabisan akal buat menikmanti makanan cepat saji KFC ini lantaran Al-Yamama kini mulai membuka layanan pesan antar makanan KFC dari Sinai Utara, Mesir, yang berbatasan dengan Jalur Gaza.

Makanan-makanan KFC ini nantinya dikirim melalui satu dari banyaknya terowongan yang biasa dipakai untuk menyelundupkan persediaan bagi warga Gaza, yang terletak di bawah tanah perbatasan dengan Mesir. Tingkat pemesanan makanan ini mulai meningkat dan menunjukkan minat akan makanan KFC ini mulai digandrungi. Hanya dalam waktu singkat, Al-Yamama mendapat banyak pesanan dari warga di Jalur Gaza.

Pemesan pengiriman makanan ini adalah  para pelanggan Al-Yamama mencakup mereka yang telah melakukan perjalanan ke luar dari Jalur Gaza dan mereka yang tidak pernah menginjakkan kaki mereka di luar Gaza.

“Rasanya enak meskipun tidak panas,” kata seorang mahasiswa 22 tahun bernama Aboud Fares. Saudarinya, yang beberapa kali pernah pergi ke Mesir, juga menikmati pie apel KFC.

Harga satu paket ayam goreng paket ‘family’ berkisar Rp 110 ribu di satu restoran KFC dari Kota Arish, di Sinai Utara. Namun, untuk bisa sampai ke Jalur Gaza, harganya melonjak sekitar Rp 270 ribu.

Al-Yamama menyatakan peningkatan harga itu disebabkan oleh biaya transportasi dan penyelundupan.

Al-Madani juga mengatakan mereka tidak menghadapi banyak halangan ketika membawa makanan-makanan itu ke Jalur Gaza. Tetapi dia menjelaskan pegiriman terkadang tertunda akibat bermacam alasan.

“Kadangkala Hamas memeriksa kotak-kotak makanan dan terkadang taksi yang mengambil pesanan dari Sinai juga terlambat,” katanya.

Tembok isolasi Israel tidak menghambat rakyat Palestina untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka, dan tidak juga menghambat ketenaran KFC sebagai ayam goreng yang memiliki rasa yang sudah dikenal di Palestina.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.