badge

Liku-Liku Berwisata di Jogjakarta

jogja
jogja

jogja

Jogja adalah kota pelajar sekaligus kota wisata, wilayah yang memiliki keistimewaan kesultanan yang dimilikinya membuatnya memang istimewa. Kota Jogja kota yang ramah untuk semua, nyaman dan aman, termasuk juga untuk wisatawan. Berjalan dimalam hari tidak perlu takut, karena denyut nadi kota ini seakan hidup 24 jam non stop. Jadi kita bisa puas dan nyaman untuk mengeksplorasi kota jogja.

Pasti aneh rasanya berkunjung ke Jogja namun tidak mampir di Jalan Malioboro, jalan satu arah yang rame oleh pengunjung di siang ataupun malam hari yang ingin berbelanja maupun sekedar makan. Namun perlu diketahui jika makan di Lesehan Malioboro jangan terkejut bila harga yang ditawarkan tidak seperti kita bayangkan bahwa segala sesuatu itu murah di Jogja. Saran jika ingin makan, carilah lesehan yang makanannya tidak dimasak dulu setelah kita pesan, namun carilah lesehan yang lauknya memang telah tersedia.

Jangan harap ada angkot ketika bepergian di kota Jogja, kendaraan yang harus kita pakai adalah taksi. Namun jangan kawatir sangat banyak pilihan taksi yang bisa kita pakai, jika bepergian memakai taksi pakailah taksi yang memakai argo karena pasti lebih murah. Demikian juga ketika sampai di bandara lebih baik cari taksi yang memakai argo agar bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari pada taksi non argo ternyata kendaraan travel. Pihak hotel juga sering menawarkan mencarikan taksi, namun carilah taksi sendiri karena pasti lebih murah.

Capek berkeliling Malioboro dengan berjalan kaki, kita bisa naik becak gowes untuk berkeliling di kota Jogja. Jangan heran bila kita pasti ditawarkan harga yang sangat murah untuk mengunjungi 3 lokasi dengan becak dayung (gowes). “mas 5rb aja 3 tempat, beli oleh-olehnya dagadu, batik, bakpia” pasti biasa kita dengar dari abang tukang becak menawarkan jasanya. Jarak yang ditempuh itu 3 km lebih untuk ketiga tujuan yang dimaksud dengan harga hanya 5rb. Namun jangan heran bila naik becak tujuan kita bukan untuk berbelanja, misalnya hanya dari penginapan ke tempat makan atau menuju penginapan saja, karena jarak dekat akan dikenakan 10rb. Bingung pasti, jarak yang jauh kenapa hanya 5rb, sementara jarak yang sangat dekat harus 10rb?.

Malioboro

Malioboro

Ternyata eh ternyata penarik becak mau menawarkan jasa denga imbalan 5rb untuk berkeliling 3 tempat karena mereka mendapat imbalan jasa yang sangat besar dari tempat belanja yang dikunjungi. Jadi selain harga yang 5rb penarik becak itu juga mendapat fee dari total belanja penumpangnya yang dibayarkan oleh pemilik usaha. Jadi bisa dipastikan harga yang kita dapat juga pasti sudah naik. Itu juga sebagai jawaban mengapa keliling hanya 5rb, sementara jarak dekat bisa lebih 10rb. Jika diantar membeli oleh-oleh bakpia oleh tukang becak, tujuan utama pasti Bakpia 99. Sementara pilihan yang enak ada di Bakpia 25 dan Bakpia Java, namun kurang tau mengapa abang becak mengantar ke Bakpia 99.

Kita juga bisa berujung kecewa, karena sudah membeli dengan harga mahal taunya Kaos Dagadu yang kita beli adalah kaos dagadu palsu. Bila abang becak mengajak beli kaos dagadu perlu kehati-hatian karena bisa saja Dagadu yang ditawarkan adalah Dagadu Palsu, karena Kaos Dagadu asli hanya bisa didapatkan ditempat ini :

  1. UGD (Unit Gawat Dagadu), Jl. Pakuningratan 15 Yogyakarta.
  2. Posyandu (Pos Pelayanan Dagadu), Lower Ground Malioboro Mall , Jl. Malioboro
  3. DPRD, Djawatan Pelajanan Resmi Dagadu, Tourist Village Ambarukmo Plaza, Lt. 1 Centro. (Ambarukmo Plaza)

Namun karena fee yang didapat dari Dagadu Palsu mungkin lebih besar dari Dagadu Asli sehingga kita yang dirugikan yang tidak tau sama sekali. Jadi berhati-hatilah dan banyak mencari referensi jika ingin berkunjung ke Jogjakarta bila masih baru, daripada menyesal kemudian.

Pemerintah Provinsi Jogjakarta seharusnya bisa menertibkan hal seperti ini, karena Jogja adalah kota wisata namun bila seperti ini akan banyak orang yang tidak nyaman untuk berkunjung dan berwisata di kota Jogja, karena budaya fee sudah sangat mewabah dari pihak hotel hingga tukang becak. Bila ingin memberi tempat yang nyaman buat pengunjung harus ada standart khusus untuk semua, dan pengunjung pun akan puas dan Jogja pantas berkata “Kapan Ke Jogja Lagi?”.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. lala01/06/2013 at 14:11Reply

    Wah..apa benar? untung dulu g pake becak, tp jalan kaki hehe..next kalau ada kesempatan ke Yogya lagi musti hati2 nih. Thanks infonya 🙂

    • Author

      As03/06/2013 at 15:12Reply

      terlepas dari itu Jogja memang mantaps, jgn bosan ke jogja yo

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.