badge

Ironi PLN Byar Pet di Negara Kaya Sumber Daya Alam

PLN Byar Pet
PLN Byar Pet

PLN Byar Pet

Listrik sudah menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa dikesampingkan, karena listrik menjadi penggerak bagi mesin-mesin industri, peralatan elektronik dan peralatan rumah tangga. Begitu ketergantungannya kita dengan listrik sehingga pemadaman listrik menjadi isu yang sangat dibenci oleh masyarakat.

Begitu pentingnya energi listrik sehingga pemerintah menjadikannya dibawah kekuasaan sebuah BUMN yang namanya Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun penguasaan distribusi tunggal ini membuat dilema yang sangat miris. Negara yang kaya akan sumber daya alam yang bisa dikonversi menjadi energi listrik justru tidak mampu memberi jaminan pelayanan listrik bagi Bangsa Indonesia.

Bukan rahasia lagi di wilayah-wilayah kaya akan sumber daya alam justru tidak bisa menikmati listrik tanpa pemadaman. Seperti Kalimantan pulau yang menjadi pemasok batubara untuk menghidupi PLTU yang ada di pulau jawa harus merana bertahun tahun dengan listrik PLN yang memiliki budaya Byar Pet. Begitu juga Sumatera kaya akan sumber daya alam namun tidak menjadi jaminan akan ketersediaan energi listrik.

Saat ini sumatera khusunya Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Utara mengalami krisis listrik yang sangat akut, bahkan bisa dikatakan mengerikan. Provinsi Sumatera Utara memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air Sigura-gura yang energinya bisa menerangi seluruh Pulau Sumatera namun difungsikan untuk Peleburan Aluminium Inalum.

Begitu krisisnya listrik di Sumatera Utara sehingga terjadi pemadaman bergilir yang mencapai 3-4 jam sehari bahkan seperti makan obat 3x sehari. Katanya beberapa PLTU mengalami kerusakan dan akan selesai pada awal november. Sehingga penderitaan masyarakat sumut akibat pemadaman listirk akan terus berlanjut juga sampai bulan november nanti. Ironis dan tragis pelayanan dari sebuah perusahaan yang menaikkan tarif listrik setiap tahun namun seperti tidak memiliki perencanaan dan persiapan dalam menghadapi masalah. Sudah bertahun tahun Sumatera Utara kekurangan listrik diperparah dengan kerusakan Pembangkit namun tidak ada kebijakan jangka pendek yang diambil sepertinya PLN tidak turut merasakan penderitaan masyarakat Sumut akibat pemadaman listrik. Dan Pemerintah Pusat juga sepertinya tidak melihat atau mungkin tidak mau tau dengan masalah ini seperti membiarkan masalah krisis listrik ini berlarut-larut, namun kalau pulau jawa yang mengalami krisis langsung bisa kita lihat penanganan maksimal dari Pemerintah Pusat dan pihak PLN.

Masyarakat sudah sangat jengah dan marah dengan keadaan ini. Akibat pemadaman yang terus terjadi bahkan sudah membuat masyarakat bergerak dan merusak kantor PLN menuntut listrik untuk dihidupkan. Jangan kiranya masyarakat sampai anarkis baru dicarikan penyelesaiannya. Karena Perusahaan yang baik itu pasti memiliki perencanaan dan persiapan yang baik, karena kita juga membayar listrik setiap bulan kalau terlambat didatangi surat cinta maupun kena denda. Unjukrasa warga ke kantor PLN di berbagai tempat di Sumatera Utara sudah sering terjadi menandakan masyarakat sudah sangat marah dengan pemadaman ini.

Pelayanan Prima atau Pelayanan yang berpusat pada Kepuasan Konsumen adalah ciri pelayanan perusahaan yang ingin memenangkan kompetisi pasar, namun PLN tidak memiliki lawan untuk berkompetisi sehingga seperti mengabaikan kepuasan pelanggan listrik. Karena mau tidak mau yang menyediakan tenaga listrik hanya perusahaan PLN sehingga mau tidak mau kita harus menikmati pemadaman listrik ini. inilah ironi dari daerah yang kaya akan sumber daya alam dan tragedi dari sebuah perusahaan listrik yang mau tidak mau inilah yang kita banggakan PLN.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. Dejji15/03/2014 at 09:01Reply

    sungguh ironis memang, kita tidak tahu apa sebenarnya masalah pada PLN ini. tetapi intinya yang saya dapat, semua jenis pelayanan publik yang di urusi oleh lembaga negara tidak ada yg beres

    • Author

      As17/03/2014 at 14:31Reply

      setuju, dan itu bisa kita lihat dalam banyak hal brother

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.