badge

Dibalik Kontroversi sang Alat Kontrasepsi

Kontroversi Sosialiasi Kondom
Kontroversi Sosialiasi Kondom

Kontroversi Sosialiasi Kondom

Akhir – akhir ini kondom muncul sebagai cerita yang ramai diperbincangkan. Akibat dari semakin tingginya penyebaran HIV/AIDS di Indonesia, banyak cara ditempuh untuk menekan pertumbuhan penyakit HIV/AIDS di Indonesia. Salah satu yang dijadikan sebagai alat untuk menekan penyebarannya adalah dengan mengenalkan dan memasyarakatkan penggunaan dan manfaat dari kondom.

Namun karena sosialisasi penggunaan kondom ini dipilih menimbulkan kontroversi dan penolakan dari banyak kalangan, karena kondom dianggap adalah benda yang boleh digunakan oleh pasangan yang cukup umur dan telah diikat dalam perkawinan.

Beberapa tahun lalu Julia Perez juga mengkampanyekan penggunaan kondom dan melakukan pembagian kondom lewat penjualan albumnya. Namun hal tersebut juga mendapatkan penentangan dari banyak kalangan. Padahal kalau kita mencermati kondom saat ini bukan lagi barang yang langka atau sakral. Dengan banyaknya mini market yang bertebaran, dengan gampang bisa kita dapatkan kondom dipajang. Dan yang melakukan pembelian kondom tersebut baik di apotek atau mini market tidak sedikit dibeli oleh anak usia sekolah.

Terlepas dari kontroversi tersebut, dari dahulu sejak ribuan tahun lalu metode perlindungan diri dari penyakit kelamin atau kehamilan telah dikenal oleh manusia. Beragam cara dan alat digunakan untuk melindungi diri dari kehamilan dan penyebaran penyakit kelamin yang mungkin juga sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dengan maksud agar kelamin pria tidak bersentuhan langsung dengan kelamin wanita, banyak alat yang dipilih dan digunakan untuk menutupi ujung kelamin pria pada jaman dahulu.

Kaus kaki cinta atau menggunakan istilah yang membingungkan “topi jimmy” sampai diberi nama kreatif “kaus kaki Mr P”, banyak sebutan lain yang diberikan untuk kondom. Namun tahukah kita sejarah dari penggunaan kondom sejak ribuan tahun lalu?.

Tahun 1.000 sebelum masehi  orang Mesir Kuno telah mengenal alat pelindung diri dari kehamilan dan penyakit kelamin. Orang Mesir Kuno yang sudah pintar telah mengenal metode KB sederhana yang megontrol tingkat kelahiran pada masanya. Metode yang dikenal pada saat itu adalah metode “menarik keluar” dan irama . Selain metode “menarik keluar” dan irama, orang Mesir kuno menggunakan kain linen untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual. Selain itu, wanita Mesir menggunakan kotoran buaya dan madu sebagai spermisida (pembunuh sperma).

Sejak tahun 1400-an masehi orang China juga telah mengenal cara untuk mencegah kehamilan dan penyebaran penyakit kelamin, Pria Cina menggunakan alat kontrasepsi usus domba atau kertas sutra berminyak  dengan cara menutupi kepala Mr P dengan usus domba atau kertas sutra berminyak. Sedangkan di orang Jepang juga telah mengenal alat kontrasepsi yang terbuat dari tanduk hewan, kulit halus, dan cangkang kura-kura, pria Jepang mengenal kondom tersebut dengan nama “kelenjar”.
Era Kondom modern dimulai Tahun 1839 oleh Charles Goodyear (yang menciptakan ban Goodyear) yang menemukan cara membuat kondom dalam jumlah massal. Kondom tersebut telah mulai dibuat dari bahan karet, namun masih memiliki kekurangan karena masih berbau tidak sedap karena bau karet yang menyengat dan memiliki permukaan yang tidak mulus karena sepanjang sisinya ada jahitan seperti ban.Penemuan Goodyear telah lebih baik daripada pilihan kondom sebelumnya yang terbuat dari kandung kemih mamalia dan kerang.
Di 1912 Julius Fromm dari Polandia menyempurnakan model kondom karet buatan Goodyear. Dia mulai menciptakan kondom yang sudah memiliki permukaan yang mulus dan mulai tidak berbau menyengat. Dengan menggunakan cetakan kaca yang menyerupai penis dan mencelupkannya dalam larutan karet yang kemudian divulkanisir dalam oven dia menciptakan kondom. Kondom lalu dikemas dengan secarik kertas dan mulia didistribusikan ke apoteker.

Zaman sekarang era zamana Kondom modern, kondom telah tampil dengan banyak varian baik bentuk maupun rasa. Kondom tidak hanya berbentuk mulus seperti kantung biasa namun telah memiliki turunan dengan beragam bentuk. Kondom juga dibuat semenarik mungkin diberi perasa seperti permen, tersedia dalam berbagai warna dan berbagai rasa, mulai dari rasa buah-buahan sampai rasa makanan. Bahkan produsen kondom terbesar dari Malaysia menciptakan kondom pesanan dengan rasa ganja . varian turunan kondom sekarang sudah sangat jauh berbeda dari ribuan tahun lalu.

Itulah cerita kondom alat kontrasepsi yang sudah dikenal dari ribuan tahun lalu hingga sekarang yang sampai sekarang masih menjadi barang yang kontropersial namun tak dapat dipungkiri menjadi barang yang sudah gampang untuk didapatkan semua orang. Tinggal kita mencermati dan mengajarkan generasi kita keguanaan dari alat kontrasepsi ini agar tidak disalahgunakan oleh mereka.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

  1. ardie24/01/2014 at 09:58Reply

    yang paling penting adalah bagaimana menjelaskan kepada anak2 muda melalui berbagai cara agar penggunaan kondom ini bisa dilakukan secara bijak

    • Author

      As25/02/2014 at 16:48Reply

      yups setuju, karena tidak bisa dipungkiri pergaulan bebas saat ini sudah sangat mengkawatirkan

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.