badge

Jerat Ambisi Para Caleg

Pemilu 2014
Pemilu 2014

Pemilu 2014

Pesta demokrasi setiap 5 (lima) tahun sekali akan segera datang. Pada tanggal 9 april 2014 nanti kita bangsa Indonesia akan melakukan pencoblosan untuk memilih para wakil rakyat untuk duduk di kursi DPR Ri, DPRD Tk I Provinsi dan DPRD Tk II Kabupaten serta DPD. Ribuan kursi yang tersedia menjadi rebutan para caleg mulai dari sabang sampai merauke, membuat pesta demokrasi tahun 2014 ini menjadi riuh dan rame.

Masa kampanye telah dimulai sejak tanggal 11 januari 2014, walaupun  itu sekedar Pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, dan pemasangan alat peraga. Baru pada tanggal 16 maret sampai 5 april 2014 dimulai Pelaksanaan kampanye melalui rapat umum dan iklan media massa cetak dan elektronik. Setelah itu memasuk masa tenang selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 6 april sampai dengan 8 april 2014. Keesokannya tepat tanggal 9 April 2014 pesta demokrasi itu pun dimulai, dan pertarungan sejatinyapun akan terlihat.

Para caleg yang hendak dipilih nantinya beragam jenis latar pendidikan dan pekerjaan. Yang terkadang membuat kita bertanya mampu tidak dianya nanti bila terpilih melakukan fungsinya sebagai anggota Legislatif ?. Tidak salah mempertanyakan kapabilitas caleg saat ini, karena bila kita lihat menjadi seorang anggota legislatif bukan untuk mencari pekerjaan maupun ataupun sekedar prestise. Namun harus melakukan fungsi pengawasan dan fungsi legislasi, agar dihasilkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas begitu juga peraturan daerah yang berkualitas. Bukannya setelah duduk hanya tahu mencari proyek, menanduk sana sini.

Kita bisa melihat betapa antusiasnya para caleg memperkenalkan dirinya, merayu para calon konstituennya agar memilihnya. Beragam cara dilakukan para caleg mengkampanyekan dirinya, baik secara lajim maupun tidak masuk akal. Kalo hanya cara memakai spanduk, baliho mapun selebaran atau buku itu hal biasa dan lumrah , kita juga bisa lihat di berita yang tersiar ada caleg yang sampai mengunjungi tempat-tempat mistis, memakai jasa paranormal dan melakukan ritual yang aneh-aneh. Memang Indonesia tidak jauh dari hal berbau mistis, segala sesuatu itu bisa dikaitkan dengan mistis.

Ditahun Pemilu ini tidak hanya pesta demokrasi yang dilaksanakan, namun ternyata juga adalah pesta kebaikan. Orang sakit saat ini dipermudah karena sangat banyak ambulan parpol atau ambulan caleg yang bisa dipake, tinggal memilih terkadang kepala kita menjadi sakit mendengar suara ambulan yang banyak berseliweran dijalan yang bila kita lihat bacaannya bukan Rumah Sakit bla bla bla atau klinik bla bla bla tapi tulisannya parpol a, b, c dan lainnya. Urusan biaya berobat juga tidak terlalu sulit, karena di tahun pemilu ini sangat banyak para dermawan yang bersedia menanggung dana perobatan. Untuk hal kecil pengurusan surat-surat seperti Akte Lahir, Akte Nikah dan beragam akte lainnya itu jangan ditanya tinggal memilih lewat caleg mana hendak diuruskan. Parpol dan para caleg ditahun Pemilu ini menjelma menjadi seperti malaikat yang hadir disetiap kesulitan rakyat, antusias disetiap bencana. Duit pasti bertebaran, baik untuk membeli suara per orang maupun untuk membantu proposal sana-sini, kegiatan a, b, dan c dan sebagianya demi untuk mencari simpatik banyak orang.

Namun semua itu tidak gratis, tidak hadir dari hati sanubari parpol dan para caleg. Seperti kata pepatah, tidak ada makan siang yang gratis, demikian juga semua ini tidak gratis namun harus dibayar berupa hak suara kita nantinya ditanggal 9 april serta setelah mereka terpilih. Apakah tujuan mereka ingin mencari pekerjaan, sekedar prestise atau memang suatu pengabdian akan terlihat setelah mereka terpilih. Tidak sedikit caleg yang mengeluarkan duit milyaran rupiah bahkan puluhan milyar untuk memenuhi ambisi menjadi anggota legislatif. Apa mungkin mereka menjadikan itu sedekah, tidak memikirkan untuk mengembalikan duitnya itu. Kalo mereka berusaha untuk mengembalikan modal yang telah mereka keluarkan apa nantinya yang akan terjadi ?, mari kita lihat sendirilah yang terjadi saat ini. Karena kalau hanya memanfaatkan gaji dan tunjangan yang mereka peroleh tidak akan cukup untuk mengembalikannya.

Marilah menjadi bijak, tidak salah seperti melihat duit palsu dilihat, diraba diterawang. Begitu juga untuk memilih para caleg di Pemilu tanggal 9 April 2014 nanti liat latar belakang dan rekam jejak para caleg yang hendak dipilh, gunakan hati dan tolak politik uang demi kita juga untuk 5 tahun kedepan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.