badge

Pemilu Tiba, Caleg-pun Stress

Pemilu 2014
Pemilu 2014

Pemilu 2014

Pemilihan Umum 2014 telah tiba, tahun 2014 ini telah menjadi tahun politik karena ditahun 2014 ini dilaksanakan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Untuk pemilihan legislatif diperebutkan oleh 12 partai politik dan 3 partai politik lokal daerah aceh peserta pemilu dengan ribuan calon legislatifnya.

Persaingan yang cukup ketat untuk memperebutkan kursi legislatif yang terbatas membuat semua partai dan calon legislatif rela habis-habisan untuk menjadi pemenang. Segala cara dilakukan para caleg agar bisa menang, mulai dari hal yang logika sampai yang tidak masuk akal. Menjual program partai adalah harus, mendekati komunitas, keluarga atau orang perorang itu juga lumrah dan masuk akal. Namun banyak juga caleg yang bertingkah tidak masuk akal mendatangi tempat-tempat keramat, jiarah, atau meminta bantuan paranormal, dukun atau konsultan apalah namanya. Walaupun hal itu memang merupakan Budaya kita namun hal yang tidak masuk akal. Godaan paranormal yang menjamin bisa terpilih dan garansi uang kembali atau tidak bayar sebelum terpilih membuat yang tidak masuk akal semakin dikesampingkan karena godaan kemenangan bangku legislatif.

Money politic alias politik uang sudah jamak disetiap pemilihan di negara ini, baik pemilihan setingkat kepala desa sampai ke tingkat lebih tinggi. Seperti saat ini didaerah bisa kita temukan jual beli suara dihari tenang atau malam sebelum pemilihan atau yang lebih dikenal dengan serangan pajar. Satu suara dihargai dengan duit yang diberikan langsung ke pemilih maupun lewat koordinator pemenganan. Hal ini tidak bisa dikesampingkan sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita akibat pembiaran dan pembiasaan partai politik, sehingga mau tidak mau menciptakan masyarakat yang matrelialis.

Karena segala cara telah dilakukan dan dikorbankan oleh para caleg untuk bisa menang di pemilu 2014 ini sehingga menimbulkan tensi yang tinggi. Modal dan pengorbanan yang sangat besar dipertaruhkan, sehingga bila menang akan timbul legislatif yang tidak peduli pada masyarakat namun peduli pada dirinya senidiri bagaimana mengembalikan dana yang telah dikeluarkan dan bagaimana untuk memperkaya diri untuk persiapan dana pemilu selanjutnya. Sehingga muncullah anggota DPR kita yang korup dan tidak becus bekerja.

Seperti diketahui, pemilu legislatif ada tiga tingkatan, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD RI. Jumlah daerah pemilihan (dapil) DPR RI ada 77 dapil dengan 560 kursi. DPD RI terdiri dari 33 dapil dengan jumlah kursi yang diperebutkan 132 kursi. DPRD Provinsi ada 259 dapil dengan 2.112 kursi. Sedangkan DPRD Kabupaten/Kota ada 2.102 dapil dengan 16.895 kursi artinya, kursi yang diperebutkan secara nasional cuma 19.699 kursi di 2.471 dapil. Sementara itu, jumlah caleg yang terdaftar di Pemilu 2014 ada 200.000 orang. Jumlah yang tak sedikit. Itu artinya sudah pasti 180 ribu caleg bakal gagal. Mereka inilah yang berpotensi mengalami gangguan jiwa. Seperti yang telah terjadi di Pemilu 2009 lalu sedikitnya ada 7.736 caleg gagal mengalami gangguan jiwa. Rinciannya: caleg DPR sebanyak 49 orang, DPRD I sebanyak 496 orang, caleg DPD sebanyak 4 orang, dan caleg DPRD II sebanyak 6.827.

Diberbagai daerah Rumah Sakit Jiwa telah bersiap mengantisipasi efek dari Pemilu yang akan datang. Beragam fasilitas disiapkan, kamar-kamar juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi melonjaknya pasien Rumah Sakit Jiwa sehabis Pemilu nanti. Sangat mungkin nanti akan banyak caleg yang stres sehabis pemilu, karena ekspektasi yang besar akan menang karena telah mencurahkan segala tenaga dan kemampuan, uang dan koneksi. Tapi hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.

Inilah demokrasi kita Demokrasi Indonesia, yang menadi demokrasi mahal karena pembiasaan dan pembiaran. Terlepas dari itu, mari kita memilih wakil kita di DPR RI, DPRD TK.I, DPRD TK.II yang telah memiliki trek rekord yang baik yang kita kenal. Jauhkan diri dari suapan money politic, untuk perbaikan 5 tahun ke depan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.