badge

Listrik Sumatera Utara yang Senang Byar Pet

PLN Byar Pet
PLN Byar Pet

PLN Byar Pet

Capek dan bosan itulah mungkin kata yang tepat diucapkan oleh masyarakat Sumatera Utara, karena sampai saat ini masih terus merasakan pemadaman listrik yang rasanya seperti tidak akan berujung. Bisa dikatakan sudah bertahun tahun masyarakat di Sumut merasakan listrik yang byar pet sehingga menjadi pertanyaan bila listrik tidak padam “tumben tak mati lampu ni ?”.

Sumatera Utara bukan tidak kaya akan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber tenaga listrik. Namun entah mengapa seakan listrik yang byar pet ini seakan dipelihara, walaupun kita gak tau siapa yang diuntungkan dari ini semua. Yang selalu menjadi alasan pihak PLN selaku Perusahaan Negara yang memonopoli penyediaan listrik untuk seluruh masyarakat Indonesia adalah lambatnya perijinan dikeluarkan pemerintah daerah sehingga memperlambat proses pembangunan pembangkit baru, ditambah lagi susahnya dalam hal pembebasan lahan yang dikuasai oleh rakyat. Kalau memang perijinan yang susah apakah Kepala Daerah yang berwenang mengeluarkan ijin tidak merasakan penderitaan rakyatnya? Padahal mereka dipilih oleh rakyat. Mereka memang tidak akan merasakan pemadaman listrik karena mereka mendapatkan pelayanan prioritas dan kalaupun terpaksa padam pasti langsung tersedia mesin genset yang langsung memback up aliran listrik.

Gebrakan Menteri BUMN seakan tidak berguna, walaupun sudah menurunkan langsung salah satu petingginya untuk melihat dan menangani langsung pemadaman listrik. Janji – janji menteri BUMN juga seakan hanya pemanis yang sering bertentangan dengan ucapan pihak PLN. Masyarakat Sumatera Utara tidak mau mendengar janji-janji manis yang mengatakan bulan September 2013 tidak akan ada lagi pemedaman di Sumatera Utara, dibulan maret pihak PLN mengatakan pemadaman akan selesai dibulan Maret  nyatanya apa? Tetap pemadaman listrik dirasakan masyarakat Sumatera Utara. Tidak peduli pagi-pagi buta ketika orang ingin sekolah dan kerja, tidak peduli sore ketika orang ingin mandi sore dan beristirahat. Listrik bisa padam sampai berjam-jam, padahal janjinya hanya 3 jam.

Berapa besar kerugian akibat pemadaman listrik ini, pemakaian BBM subsidi untuk genset tak dapat dihidari, rumah rumah terbakar akibat lilin atau lampu minyak tanah karena listrik mati sudah biasa kita dengar. Sejak 2005 krisis listrik di Sumatera Utara sudah terjadi sampai saat ini di tahun 2014 masih tetap dirasakan. Apakah Pemerintah sengaja membiarkan Sumatera Utara kekurangan pasokan listrik, agar Sumatera Utara tidak bisa lebih maju dari daerah Pulau Jawa. Berapa banyak investor mengurungkan niatnya berinvestasi hanya karena pasokan listrik yang ngadat. Sampai kapan pemadaman ini harus dirasakan Sumatera Utara yang kaya akan Sumber Daya Alam yang bisa dikonversi menjadi energi listrik, tapi miskin akan tenaga listrik. Inilah Parodi Indonesia yang jamak kita lihat.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.