badge

Ada Yang Tidak Puas Dengan Kabinet Kerja

kabinet kerja
kabinet kerja

kabinet kerja

Setelah tampil sebagai pemenang pemilihan presiden, dan dilantik sebagai Presiden Indonesia yang ketujuh, Joko Widodo mengumumkan jajaran menteri yang akan membantunya selama masa pemerintahannya. Kabinet pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinamakan dengan Kabinet Kerja. Terdiri dari 34 menteri yang berasal dari kalangan profesional dan partai politik pendukung Jokowi ketika pemilihan presiden.

Setelah Presiden mengumumkan nama-nama para menterinya, banyak kalangan yang menyambut baik dan ada juga yang merasa tidak puas. Ketidak puasan yang menonjol dari pelantikan Kabinet Kerja ini diantaranya pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Kalangan yang tidak puas memperdebatkan gelar akademis dari wanita yang selalu berpenampilan eksentrik dan tidak lepas dari rokok ini. memang sang ibu menteri ini tidak memiliki gelar akademis bahkan tidak tamat SMU hanya tamatan SMP. Namun jangan tanya keprofesionalannya dan kemampuannya dalam mengelola perusahaannya. Beliau juga sudah banyak mendapatkan penghargaan baik dari dalam negeri dan luar negeri. Walau hanya tamatan smp beliau memiliki kemampuan berbahasa inggris.

Tapi banyak orang yang tidak melihat itu, yang lebih diserang adalah penampilannya yang eksentrik, perokok dan hanya tamatan smp. Bahkan masyarakat ada yang berkata gak perlu lagi sekolah tinggi-tinggi bisa kok ntar jadi menteri, tidak perlu sekolah tinggi tinggi bisa ntar jadi pejabat asalkan ada uang. Paradoks akan segalanya uang seakan membenarkan hal ini, padahal Presiden Jokowi memilihnya pasti karena rekam jejak dan melihat kemampuan yang dimiliki sang ibu mneteri.

Setelah pelantikan Kabinet Kerja salah satu suku yang cukup besar juga heboh karena tidak adanya kebiasaan salah satu menteri sebagai perwakilan dari suku tersebut. Suku Batak memang dari jaman Presiden Soekarno hingga Presiden SBY selalu kebagian kursi menteri. Minimal ada menteri yang bermarga batak yang mewakili suku batak. Namun kali ini kebiasaan tersebut sepertinya telah terhapus, karena tidak ada jajaran menteri yang dilantik menyandang gelar marga batak. Sehingga banyak masyarakat batak yang kecewa akan kebijakan jokowi ini. kekesalan dan kekecewaan mereka tumpahkan dimedia sosial dengan membuat postingan yang mempertanyakan mengapa tidak ada wakil suku batak dalam jajaran menteri Kabinet Kerja Jokowi.

Memang ada menteri yang mewakili dari Sumatera Utara, tapi itu dirasa tidak lengkap karena bukan dari suku batak perwakilan 6 puak yaitu batak toba, batak mandailing, batak karo, batak simalungun, batak angkola, dan batak pakpak. Kebanggaan akan perwakilan menteri dari suku batak hilang di pemerintahan Jokowi ini. Padahal masyarakat batak sudah mendengar selentingan Maruarar Sirait akan dilantik sebagai salah satu menteri pembantu Jokowi, nyatanya tidak. Hal ini melengkapi kekecewaan banyak masyarakat dari suku batak.

Tapi itu semua tidak merupakan suatu kelemahan dari Kabinet Kerja Jokowi, mari kita lepas segala hal berbau sara, mari lepas egoisme primodalisme. Mari kita beri kesempatan bagi Kabinet Kerja untuk menunjukkan kinerjanya, memberi yang terbaik untuk Bangsa Indonesia. Karena Jokowi memilih mereka dengan kualitas yang mereka miliki.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.