badge

Para Mantan Ajudan Presiden Republik Indonesia yang Menjadi Kapolri

POLRI

Menjadi orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia alias menjadi Kapolri adalah puncak karir bagi seorang yang mengabdi sebagai polisi. Tidak semua bisa meraih posisi puncak itu, karena memang orang yang terbaiklah yang akan terpilih menjadi kapolri.

Saat ini sedang heboh berita tentang Kepolisian Republik Indonesia, pemberitaan tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Tapi tau gak kita bahwa ternyata ada beberapa Kepala Kepolisian Republik Indonesia alias Kapolri yang tadinya adalah bekas ajudan Presiden Republik Indonesia. Siapa saja mereka, berikut daftar Para Mantan Ajudan Presiden Republik Indonesia yang Menjadi Kapolri

 

1. Jenderal Kunarto

Jenderal Kunarto adalah anak kelahiran Yogyakarta, 8 juni 1940. Masuk PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) angkatan IX di tahun 1961. Jenderal Kunarto dikenal sebagai Kapolri yang sederhana, dan memberi contoh hidup yang bersih kepada anggotanya. Bahkan bila turun ke daerah, beliau tidak suka dibayari kamar, makan atau oleh-olehnya.

Sebelum memangku jabatan Kapolri, Kunarto adalah ajudan Presiden Soeharto. Kariernya di kepolisian dimulai dari jabatan Wakapolda Metro Jaya periode 1986-1987, lalu Kapolda Sumatera Utara pada 1987-1989, dan Kapolda Nusa Tenggara. Pria kelahiran Yogyakarta, 8 Juni 1940, itu menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Moch Sanoesi yang memasuki masa pensiun. Presiden Soeharto melantik dan mengambil sumpahnya di Istana Negara pada 27 Februari 1991. Jabatan Kapolri diembannya di tahun 1991 – 1993. Jenderal Kunarto meninggal di Surabaya, 28 September 2011 pada umur 71 tahun.

 

2. Jenderal Dibyo Widodo

Jenderal Polisi Drs. Dibyo Widodo merupakan anak kelahiran Purwokerto, 26 Mei 1946. Memulai karir di Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat Inspektur Polisi tingkat II pada tanggal 1 desember 1968 dan Lulus dari PTIK tahun 1975. Jenderal Dibyo Widodo dikenal dekat dengan bawahannya, saat menjabat sebagai Kapolsek Medan Baru, Dibyo rela terjun langsung memimpin anak buahnya untuk mengejar penjahat dengan menyeberangi Sungai Deli, serta masuk ke kampung-kampung atau dusun di daerah lingkar tugasnya.

Karir Jenderal Dibyo Widodo semakin cemerlang setelah menjadi ajudan Presiden Soeharto sampai tahun 1992. Kemudian, Dibyo menjabat sebagai Irpolda Sumut, Wakapolda Nusa Tenggara, Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Metro. Jenderal Dibyo menutup kariernya dengan pangkat jenderal. Dia dipercaya menjadi Kapolri 1996-1998. Setelah pensiun, posisi jebolan di Akademi Angkatan Kepolisian 1968 itu digantikan oleh Jenderal Roesmanhadi.

 

3. Jenderal Sutanto

Jenderal Sutanto lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950. Pria Lulusan Akabri tahun 1973 ini selama menjadi polisi dikenal sebagai pemberani terutama memberantas penyakit masyarakat seperti judi dan lainnya. Selama menjabat sebagai Kapolda Sumut, Jenderal Sutanto berani perang dengan mafia judi medan yang dikenal keras.

Karir Jenderal Sutanto mulai semakin bersinar setelah menjadi ajudan Presiden Soeharto di tahun 1995-1998. Selepas jadi ajudan presiden, Karirnya melesat, Sutanto kemudian menjadi Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Sumatera Utara (2000), dan Kapolda Jawa Timur (17 Oktober 2000-Oktober 2002). Sutanto dikenal karena sepak terjangnya memberantas perjudian di Medan.

Puncak karir Jenderal Sutanto adalah menjadi Kapolri mulai tahun 2005 – september 2008. Setelah lepas pensiun sebagai polisi, Jenderal Sutanto dipercaya memimpin Badan Intelejen Nasional (BIN) dari tahun 2009-2011.

 

4. Jenderal Sutarman

Jenderal Sutarman adalah anak kelahiran Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957. Karir alumnus Akpol 1981 ini cukup cerah. Apalagi setelah diangkat menjadi ajudan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000-2001. Posisi puncak Polri pun diraihnya, dengan diangkatnya Jenderal Sutarman sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo. Masa jabatan Kapolri Jenderal Sutarman adalah 25 Oktober 2013 – 16 Januari 2015.

 

Itulah daftar para Mantan Ajudan Presiden Republik Indonesia yang Menjadi Kapolri, Jenderal Polisi yang meraih posisi puncak Kepolisian Republik Indonesia, diangkat menjadi Kapolri. Latar belakang mereka yang pernah menjadi ajudan Presiden Republik Indonesia diyakini menjadi nilai lebih bagi mereka. Dan memang para mantan ajudan Presiden Republik Indonesia baik yang dari TNI maupun Polri akan mendapatkan karir yang bersinar, mendapatkan posisi yang bergengsi. Kita tunggu saja apakah Komjen Budi Gunawan bekas ajudan Megawati ketika menjadi Presiden Republik Indonesia akan jadi diangkat sebagai Kapolri.

 

>>> Anda memakai HP atau Tablet Android ??, Tau gak HP/Tablet Android anda bisa menghasilkan dolar, caranya download WHAFF di Play Store trus daftar memakai account Facebook anda jangan lupa ” Masukkan Kode AG04568 ” anda langsung dapat bonus dolar, terbukti…

baca aja artikelnya Disini

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.