Pulau Kemaro, Pulau Religi Berbalut Cerita Cinta Tragis

www.panoramio.com

Bagi masyarakat Indonesia tentulah sudah tak asing lagi dengan kota satu ini. Bahkan mungkin kamu pernah mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Selatan yakni Kota Palembang. Kota yang memiliki luas 358,55 km² dan berpenduduk lebih kurang 1,8 juta jiwa ini terkenal dengan kenikmatan kuliner khasnya seperti pempek atau sambal unik Tempoyak yang terbuat dari buah Durian. Untuk merasakan nikmatnya kuliner dari kota asalnya sebenarnya mudah, terlebih jika kamu memanfaatkan promo akhir tahun. Bukan tak mungkin bila kamu bisa pesan tiket pesawat termurah untuk tujuan Palembang.

Selain itu, Kota Palembang juga terkenal memiliki banyak ikon kota yang menawan seperti megahnya Jembatan Ampera dan Sungai Musi yang melegenda. Kamu yang terpesona dan ingin berlama-lama menikmati keindahan ikon Palembang ini sebaiknya lebih memilih tinggal di hotel dekat dengan area Sungai Musi. Jika kamu beruntung bukan tak mungkin jika kamu dapat tiket hotel yang murah di daerah pusat kota.

Palembang juga memiliki wisata bertema ekowisata yang memberi kesegaran bagi pengunjung yaitu Taman Hutan Wisata Punti Kayu. Bagi umat muslim yang berkunjung ke kota Palembang tidak akan lengkap rasanya jika belum berkunjung dan beribadah di Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin yang sangat unik karena arsitektur masjid kebanggan masyarakat Palembang ini merupakan perpaduan antara arsitektur Indonesia, Cina, dan Eropa. Sangat menarik, bukan?

Tak hanya wisata bernuansa religi bagi umat Muslim saja, 40 km dari Kota Palembang ada sebuah objek wisata bernuansa religi bagi umat Buddha. Objek wisata tersebut berada di Pulau Kemaro, objek wisata yang berupa tempat beribadah umat Buddha ini ialah Vihara Hok Tjing Rio. Vihara ini juga cukup populer sebagai wisata Pulau Kemaro yang memiliki 9 Pagoda megah. Pulau Kemaro merupakan salah satu objek wisata yang terletak lebih kurang 6 km dari sungai Musi. Objek wisata ini berdiri diatas delta sungai Musi diantara kawasan industri.

Untuk menuju pulau ini dari ibukota, kamu menuju Palembang lewat jalur udara. Meski dengan pesawat kamu masih berkemungkinan untuk pesan tiket pesawat termurah dengan banyaknya tawaran promo di akhir tahun ini. Setelah sampai di Palembang kamu bisa chek-in terlebih dahulu di salah satu tiket hotel yang murah di dekat Sungai Musi atau langsung

Melanjutkan perjalanan ke Pulau Kemaro dengan menaiki speed boat atau perahu ketek dengan waktu tempuh sekitar 30 menit saja.

Di Pulau Kemaro yang memiliki arti kemarau, terdapat pula sebuah kuil Buddha yang sering kali dikunjungi umat untuk berdoa. Selain itu, perayaan-perayaan besar agama Tionghoa contohnya seperti setiap tahun baru Imlek rutin diadakan upacara Cap Go Meh. Disamping sarat akan nilai religius, di Pulau Kemaro ternyata ada makam Putri Palembang bernama Putri Siti Fatimah. Mungkin terdengar cukup aneh di objek wisata bernuansa Buddha terdapat makam seorang putri yang dari namanya saja bisa disimpulkan bahwa ia adalah seorang muslim. Justru, inilah uniknya objek wisata Pulau Kemaro ini.

Di Pulau tersebut, terdapat sebuah legenda tentang kisah cinta tragis antara seorang putri Palembang dengan seorang pangeran yang datang dari Negeri Cina. Pangeran yang bernama Tan Bun An itu langsung jatuh cinta kepada Putri Raja Palembang ketika pertama kali bertemu dengannya. Beruntungnya, cinta sang pangerang tidak bertepuk sebelah tangan, Putri Siti Fatimah pun juga jatuh hati pada Sang Pangeran. Kemudian, sang pangeran meminta ijin kepada sang Raja Palembang untuk membawa Sang Putri ke negeri Cina demi menemui orang tuanya.

Dengan ijin sang Raja dua kekasih tersebut bertolak ke Cina melalui sungai Musi. Ketika di tengah perjalanan untuk kembali lagi ke Palembang tepatnya di muara Sungai Musi, Pangeran memberikan Sang Putri sembilan Guci Emas yang dia bawa dari tempat kelahiran Pangeran sebagai hadiah untuk pinangan nantinya. Namun, betapa terkejutnya sang Pangeran ketika tahu bahwa permukaan guci emas tersebut hanya berisi sayuran sawi asin.

Tanpa memeriksa lebih jauh, dengan marah pangeran membuang seluruh guci emas yang di kira hanya berisi sayuran sawi saja. Malangnya, ketika guci ke sembilan hendak di lempar, guci terjatuh dari tangan sang pangeran dan pecah di atas kapal yang ternyata berisi emas yang ditutupi sawi asin. Dengan menyesal sang pangeran terjun ke sungai musi demi menyelamatkan emas-emas yang telah ia buang. Sayangnya, emas dan sang pangeran tidak pernah muncul kembali. Hal ini yang membuat sang putri justru ikut terjun ke sungai tersebut karena cintanya pada sang pangeran.

Berdasarkan cerita yang tertulis di batu samping vihara, penduduk membangun makam sang putri dan pangeran. Karena cerita itu pula, disini terdapat sebuah pohon yang disebut dengan pohon cinta dimana jika dua orang kekasih menuliskan namanya dipohon itu akan langgeng. Boleh percaya boleh tidak, namun berdasar dari cerita ini tak sedikit wisatawan yang datang untuk berkunjung karena penasaran akan legenda yang berkembang.

Tertarik mengujungi dan menjelajah kota pempek ini lebih jauh? Segera deh agendakan liburanmu untuk datang ke kota ini. Jika sudah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari besar kesempatanmu untuk dapat tiket pesawat dan tiket hotel yang murah. Slogan liburan hanya buang-buang uang pun bisa ditepis jauh-jauh dengan perencanaan liburan yang matang.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Mohon Isi Penjumlahannya * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.